MODUL 2 PWM, ADC, & INTERRUPT






MODUL 2

PWM, ADC, & INTERRUPT

1. Pendahuluan[Kembali]

Dalam sistem kendali dan elektronika modern, mikrokontroler berperan penting sebagai otak yang memproses data dari lingkungan fisik dan memberikan respon yang sesuai. Untuk melakukan hal ini, mikrokontroler memerlukan mekanisme untuk berinteraksi dengan sinyal analog, mengatur daya keluaran secara efisien, serta merespon kejadian luar secara cepat dan tepat.

Modul ini berfokus pada tiga fitur utama mikrokontroler STM32: ADC (Analog to Digital Converter), PWM (Pulse Width Modulation), dan Interrupt. ADC memungkinkan mikrokontroler membaca data dari sensor analog seperti sensor suhu atau sensor cahaya dengan mengubahnya menjadi kode digital. PWM digunakan sebagai teknik modulasi untuk mengontrol perangkat output seperti motor DC, servo, atau kecerahan LED dengan efisiensi energi yang tinggi melalui pengaturan duty cycle. Terakhir, mekanisme Interrupt memastikan sistem dapat menangani kejadian prioritas tinggi (seperti deteksi darurat atau input tombol) tanpa harus melakukan polling terus-menerus, sehingga meningkatkan efisiensi dan responsivitas sistem secara real-time.

2. Tujuan[Kembali]

  • Memahami cara penggunaan PWM, ADC, dan Interrupt pada
    Development Board yang digunakan.
  • Memahami cara menggunakan komponen input dan output yang
    mengimplementasikan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board
    yang digunakan

3. Alat dan Bahan[Kembali]

 1. Percobaan 1

 ● ST-LINK

  Amazon.com: CANADUINO® ST-Link V2 USB Dongle Programmer and Debugger for  STM8 STM32 : Electronics

 ● STM32F103C8


Push Button 

Jual Push Button Tactile Tact Switch

● LED


● Buzzer


● Resistor

 

 ● HeartBeat Sensor

 Heartbeat sensor help - General Guidance - Arduino Forum

 ● Breadboard

Promo Bread Board Breadboard Mini 8.5x5.5 Cm 400 Holes High Quality Arduino  Diskon 15% Di Seller Klinik Rasyid - Pangulah Utara, Kab. Karawang | Blibli 

2. Percobaan 2

● STM32 Nucleo G474RE

Jual Stm32 Nucleo G474re Murah & Terbaik - Harga Terbaru April 2026 |  Tokopedia

● LDR Sensor

Jual Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) -5mm

● Push Button

Jual Push Button Tactile Tact Switch

● Motor Servo

Pengertian dan Prinsip Kerja Motor Servo - Arduino Indonesia | Tutorial  Lengkap Arduino Bahasa Indonesia

● Breadboard

Promo Bread Board Breadboard Mini 8.5x5.5 Cm 400 Holes High Quality Arduino  Diskon 15% Di Seller Klinik Rasyid - Pangulah Utara, Kab. Karawang | Blibli

● Adaptor

Adjustable Adaptor 3V-12V DC 5A Power Supply With Display Voltmeter

 3. Percobaan 3 

 ● STM32F103C8T6

 

● Sensor Suhu Lm35

Jual Cooling Fan DC 12cm X 12 Cm 12v (kipas Pendingin 12 Volt) Di Seller  Techvision - Sei Rengas I, Kota Medan | Blibli
● Push Button

Jual Push Button Tactile Tact Switch 


● Motor Driver l298N

L298N Dual H Bridge DC Stepper Motor Drive Controller Board Module Produsen  dan Pemasok China - Pricelist - Kuongshun Electronic

● Resistor

RS PRO 1kΩ Carbon Film Resistor 1W ±5% - RS Components Indonesia

● Breadboard

Promo Bread Board Breadboard Mini 8.5x5.5 Cm 400 Holes High Quality Arduino  Diskon 15% Di Seller Klinik Rasyid - Pangulah Utara, Kab. Karawang | Blibli

● Adaptor

 Adjustable Adaptor 3V-12V DC 5A Power Supply With Display Voltmeter

● ST-LINK V2

 Amazon.com: CANADUINO® ST-Link V2 USB Dongle Programmer and Debugger for  STM8 STM32 : Electronics

  4. Percobaan 4

 • STM32 Nucleo G474RE

Jual Stm32 Nucleo G474re Murah & Terbaik - Harga Terbaru April 2026 |  Tokopedia

• LED


• LDR Sensor

Jual Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) -5mm
• PIR Sensor

Sensor Gerak HC-SR501 PIR Motion Pyroelectric Infrared - Digiware Store
• Push Button

Jual Push Button Tactile Tact Switch

• Breadboard

Promo Bread Board Breadboard Mini 8.5x5.5 Cm 400 Holes High Quality Arduino  Diskon 15% Di Seller Klinik Rasyid - Pangulah Utara, Kab. Karawang | Blibli

• Jumper

Jual Kabel Jumper Female 1P 2.54 to 2P 2.0mm
• Resistor

 RS PRO 1kΩ Carbon Film Resistor 1W ±5% - RS Components Indonesia

● Kipas DC

  Jual Cooling Fan DC 12cm X 12 Cm 12v (kipas Pendingin 12 Volt) Di Seller  Techvision - Sei Rengas I, Kota Medan | Blibli

4. Dasar Teori[Kembali]

4.1 ADC
ADC atau Analog to Digital Converter merupakan salah satu perangkat elektronika yang digunakan sebagai penghubung dalam pemrosesan sinyal analog oleh sistem digital. Fungsi utama dari fitur ini adalah mengubah sinyal masukan yang masih dalam bentuk sinyal analog menjadi sinyal digital dengan bentuk kode-kode digital.

Pada mikrokontroler STM32, terdapat dua ADC (Analog-to-Digital Converter) 12-bit yang masing-masing memiliki hingga 16 kanal eksternal. ADC ini dapat beroperasi dalam mode single-shot atau scan mode. Pada scan mode, konversi dilakukan secara otomatis pada sekelompok input analog yang dipilih. Selain itu, ADC ini memiliki fitur tambahan seperti simultaneous sample and hold, interleaved sample and hold, serta single shunt. ADC juga dapat dihubungkan dengan DMA untuk meningkatkan efisiensi transfer data.

Mikrokontroler ini dilengkapi dengan fitur analog watchdog yang memungkinkan pemantauan tegangan hasil konversi dengan akurasi tinggi, serta dapat menghasilkan interupsi jika tegangan berada di luar ambang batas yang telah diprogram. Selain itu, ADC dapat disinkronkan dengan timer internal (TIMx dan TIM1) untuk memulai konversi, pemicu injeksi, serta pemicu DMA, sehingga memungkinkan aplikasi untuk melakukan konversi ADC secara terkoordinasi dengan timer.

Pada STM32 Nucleo G474RE, terdapat blok ADC (Analog-to-Digital Converter) yang digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi data digital. STM32 G474RE memiliki beberapa unit ADC (seperti ADC1, ADC2, ADC3, dan ADC4) yang memungkinkan proses konversi dilakukan secara paralel untuk meningkatkan kecepatan akuisisi data. Setiap ADC mendukung resolusi hingga 12-bit, dengan fitur tambahan seperti oversampling untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi noise pada sinyal. Setiap unit ADC dapat mengakses banyak channel input yang terhubung ke berbagai pin GPIO, sehingga memungkinkan pembacaan berbagai sensor secara fleksibel. ADC pada STM32 G474RE juga dilengkapi dengan fitur scan mode untuk membaca beberapa channel secara berurutan, serta mode continuous conversion yang memungkinkan pembacaan data secara terus-menerus tanpa
intervensi CPU. Selain itu, terdapat injected channel yang berfungsi sebagai
channel prioritas untuk kebutuhan real-time.

ADC ini juga mendukung berbagai sumber trigger, seperti timer (TIM) atau sinyal eksternal, sehingga dapat disinkronkan dengan modul lain seperti PWM untuk aplikasi kontrol tertutup (closed-loop). Proses konversi dilakukan melalui tahap sampling dan quantization, dengan hasil akhir disimpan pada register data ADC. Dengan fitur-fitur tersebut, ADC pada STM32 G474RE sangat cocok digunakan dalam aplikasi seperti pembacaan sensor, monitoring tegangan, serta sistem kendali berbasis sinyal analog yang membutuhkan kecepatan dan presisi tinggi.
4.2 PWM
PWM (Pulse Width Modulation) adalah salah satu teknik modulasi dengan mengubah lebar pulsa (duty cylce) dengan nilai amplitudo dan frekuensi yang tetap. Satu siklus pulsa merupakan kondisi high kemudian berada di zona transisi ke kondisi low. Lebar pulsa PWM berbanding lurus dengan amplitudo sinyal asli yang belum termodulasi.

Duty Cycle adalah perbandingan antara waktu ON (lebar pulsa High) dengan
perioda. Duty Cycle biasanya dinyatakan dalam bentuk persen (%).
 
Gambar 1. Duty Cycle
Duty Cycle = tON / ttotal
Ton = Waktu ON atau Waktu dimana tegangan keluaran berada pada posisi tinggi (high atau 1)
Toff = Waktu OFF atau Waktu dimana tegangan keluaran berada pada posisi rendah (low atau             0)
Ttotal = Waktu satu siklus atau penjumlahan antara Ton dengan Toff atau disebut juga dengan             “periode satu gelombang”

    PWM pada STM32 dihasilkan menggunakan timer internal yang berfungsi sebagai penghitung waktu dengan berbagai mode operasi. Mikrokontroler ini memiliki empat timer 16-bit (TIM1–TIM4), yang dapat dikonfigurasi untuk menghasilkan sinyal dengan frekuensi dan duty cycle tertentu. Timer bekerja dengan menghitung hingga nilai tertentu berdasarkan frekuensi clock, lalu mengubah status register untuk menghasilkan gelombang persegi.
 
STM32 memiliki 15 pin yang mendukung PWM, beberapa di antaranya berasal dari timer tingkat lanjut seperti TIM1, yang memiliki fitur tambahan seperti complementary output. Selain menghasilkan sinyal PWM, timer juga bisa digunakan untuk mengukur sinyal eksternal (input capture), menghasilkan sinyal berbasis waktu (output compare), dan membuat satu pulsa berdasarkan trigger one pulse mode). PWM sering digunakan untuk mengontrol kecepatan motor, mengatur kecerahan LED, dan berbagai aplikasi berbasis waktu lainnya. Pada STM32 Nucleo G474RE, PWM dihasilkan melalui blok timer (TIM) yang terdiri dari beberapa jenis, seperti advanced-control timer (TIM1, TIM8), general-purpose timer (TIM2–TIM5), dan basic timer. Setiap timer memiliki beberapa channel yang dapat digunakan untuk menghasilkan sinyal PWM, sehingga memungkinkan banyak output PWM dikendalikan secara bersamaan pada berbagai pin GPIO. Timer pada STM32 G474RE umumnya memiliki
resolusi hingga 16-bit atau lebih (tergantung jenis timer), dilengkapi dengan prescaler untuk pengaturan frekuensi yang presisi, serta register pembanding (CCR) untuk mengatur duty cycle dari 0–100%.

Selain itu, setiap channel PWM dapat dikonfigurasi secara independen, baik dalam mode edge-aligned maupun center-aligned, sehingga cocok untuk aplikasi seperti kontrol motor dan konversi daya. STM32 G474RE juga mendukung fitur lanjutan seperti complementary output, dead-time insertion, break input, dan sinkronisasi antar timer, yang sangat penting dalam sistem power electronics daninverter. Pengaturan PWM dapat dilakukan secara fleksibel melalui register timer atau menggunakan library seperti HAL/LL, serta dapat diaktifkan atau dihentikan secara terpusat, memungkinkan sinkronisasi beberapa sinyal PWM untuk aplikasi yang lebih kompleks dan presisi tinggi.
 
4.3 INTERRUPT
Interrupt adalah mekanisme yang memungkinkan suatu instruksi atau perangkat I/O untuk menghentikan sementara eksekusi normal prosesor agar dapat diproses lebih dulu seperti memiliki prioritas tertinggi. Misalnya, saat prosesor menjalankan tugas utama, ia juga dapat terus memantau apakah ada kejadian atau sinyal dari sensor yang memicu interrupt. Ketika terjadi interrupt eksternal prosesor akan menghentikan sementara tugas utamanya untuk menangani interrupt terlebih dahulu, kemudian melanjutkan eksekusi normal setelah selesai menangani interrupt tersebut. Fungsi yang menangani interrupt disebut Interrupt Service Routine (ISR), yang dieksekusi secara otomatis setiap kali interrupt terjadi.

Pada STM32F103C8, semua pin GPIO dapat digunakan sebagai pin interrupt, berbeda dengan Arduino Uno yang hanya memiliki pin tertentu (misalnya pin 2 dan 3). Untuk mengaktifkan interrupt di STM32 menggunakan Arduino IDE, digunakan fungsi attachInterrupt (digital Pin To Interrupt (pin), ISR, mode). Parameter pin menentukan pin mana yang digunakan untuk interrupt, ISR adalah fungsi yang dijalankan saat interrupt terjadi, dan mode menentukan jenis perubahan sinyal yang memicu interrupt. Mode yang tersedia adalah RISING (dari LOW ke
HIGH), FALLING (dari HIGH ke LOW), dan CHANGE (baik dari LOW ke HIGH maupun HIGH ke LOW). Saat menggunakan lebih dari satu interrupt secara bersamaan, terkadang perlu memperhatikan batasan tertentu dalam pemrograman.

Pada STM32 Nucleo G474RE, sistem interrupt merupakan mekanisme yang memungkinkan mikrokontroler merespons suatu kejadian (event) secara langsung tanpa harus terus-menerus melakukan polling. Dengan interrupt, CPU dapat menghentikan sementara proses utama untuk menjalankan fungsi khusus yang disebut Interrupt Service Routine (ISR), sehingga meningkatkan efisiensidan respons sistem secara real-time. STM32 G474RE menggunakan NVIC (Nested Vectored Interrupt Controller) untuk mengatur berbagai sumber interrupt, seperti dari timer (TIM), ADC, UART, GPIO (external interrupt), dan periferal lainnya. Setiap sumber interrupt memiliki prioritas tertentu yang dapat diatur, sehingga memungkinkan
penanganan beberapa interrupt secara bersamaan (nested interrupt). Selain itu, sistem ini mendukung preemption dan subpriority untuk pengelolaan interrupt yang lebih kompleks. Interrupt dapat dipicu oleh berbagai kondisi, seperti perubahan logika pada pin GPIO (EXTI), selesainya konversi ADC, overflow pada timer, atau penerimaan data komunikasi. Ketika interrupt terjadi, program akan lompat ke ISR yang sesuai, kemudian setelah selesai, eksekusi akan kembali ke program utama. STM32 G474RE juga menyediakan fitur enable/disable interrupt secara fleksibel melalui register maupun library seperti HAL.
 
Dengan adanya interrupt, STM32 G474RE sangat cocok untuk aplikasi real-time seperti sistem kendali, monitoring sensor, komunikasi data, dan otomasi, karena mampu merespons kejadian penting dengan cepat tanpa membebani CPU secara terus-menerus.

4.4 STM32 NUCLEO G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan. Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:

 
Gambar 2. STM32 Nucleo G474RE  


Gambar 3. PinOut STM32 Nucleo G474RE

 

 4.5 STM32F103C8

STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD
(Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut

 
Gambar 4. STM32F103C8

 
Gambar 5. Pinout Stm32 F103C8T6

 

A. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG
1. STM32 NUCLEO G474RE
    A. RAM (Random Access Memory)
RAM (Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai memori sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel, buffer data, stack, dan heap.

    B . Memori Flash Eksternal
STM32 NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program dan data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6 dengan kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat non-volatile, sehingga data dan program tetap tersimpan meskipun
catu daya dimatikan.

    C. Crystal Oscillator
STM32 NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral.

    D. Regulator Tegangan
Untuk memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler. 5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output): Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output digital yang fleksibel

2. STM32A

A. RAM (Random Access Memory) STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi program.

B. Memori Flash Internal
STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal.

C. Crystal Oscillator
STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya.

D. Regulator Tegangan
STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V hingga 3.6V.

E. Pin GPIO (General Purpose Input/Output)
STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C

















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 1 : Gerbang Logika

Tugas Besar : Metal detector (alat pendeteksi benda jenis logam)

Modul 3 : Counter dan Shift Register