Tugas Pendahuluan Modul 2 Percobaan 2 Kondisi 5
Tugas Pendahuluan Modul 2 Percobaan 2 Kondisi 5
1. Prosedur (kembali)
- Buka Project Wokwi: Masuk ke lembar kerja Wokwi yang sudah Anda siapkan dengan board STM32 C031C6.
- Salin Kode ke
main.c:- Hapus semua kode bawaan di tab
main.c. - Salin dan tempel (paste) seluruh kode C yang Anda miliki di atas (mulai dari
#include "main.h"hingga akhir fungsimain).
- Hapus semua kode bawaan di tab
- Salin Kode ke
main.h:- Klik ikon "+" atau cari tab file bernama
main.h. - Tempelkan definisi pin dan prototipe fungsi yang sudah Anda buat tadi.
- Klik ikon "+" atau cari tab file bernama
- Konfigurasi
diagram.json:- Klik tab
diagram.json. - Pastikan isinya sama persis dengan struktur JSON yang Anda berikan, terutama bagian
connectionsagar kabel-kabel virtual terhubung ke pin yang benar (PA0 untuk LDR dan PA6 untuk Servo).
- Klik tab
- Jalankan Simulasi:
- Klik tombol Play (ikon segitiga hijau).
- Jika ada pesan error, pastikan tidak ada karakter yang tertinggal saat proses salin-tempel.
- Setelah jalan, geser slider pada LDR untuk melihat pergerakan servo secara halus.
2. Hardware (kembali)
1. STM32 Nucleo G474RE
2. LDR Sensor
LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaannya, di mana prinsip kerjanya didasarkan pada fotokonduktivitas yang menyebabkan resistansi menurun saat terkena cahaya terang dan meningkat saat kondisi gelap. Dalam implementasinya pada mikrokontroler, LDR biasanya disusun menggunakan rangkaian pembagi tegangan agar perubahan intensitas cahaya dapat terbaca sebagai sinyal tegangan analog melalui fitur ADC. Sinyal digital hasil konversi tersebut kemudian digunakan oleh sistem untuk mengambil keputusan otomatis, seperti mengatur tingkat kecerahan lampu melalui PWM atau mendeteksi kondisi siang dan malam pada sistem penerangan pintar.
3. Push Button
Push button adalah komponen sakelar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian dengan cara menekan tombolnya. Pada penggunaan mikrokontroler, komponen ini berperan sebagai perangkat input digital yang bekerja berdasarkan prinsip logika high atau low, di mana status penekanannya dapat dibaca oleh pin GPIO atau digunakan untuk memicu mekanisme interrupt eksternal. Agar pembacaan sinyal tetap stabil dan terhindar dari kondisi floating, push button biasanya dikonfigurasi menggunakan resistor pull-up atau pull-down yang memastikan level tegangan input tetap berada pada kondisi logika yang jelas saat tombol tidak sedang ditekan.
4. Motor Servo
Motor servo adalah perangkat aktuator yang dirancang dengan sistem umpan balik tertutup (closed loop) untuk mengendalikan posisi sudut, kecepatan, dan akselerasi poros secara presisi. Komponen ini bekerja berdasarkan sinyal kontrol PWM (Pulse Width Modulation), di mana lebar pulsa yang diberikan ke pin kontrol akan menentukan posisi derajat putaran porosnya, seperti pulsa 1 ms untuk posisi 0 derajat dan 2 ms untuk 180 derajat. Di dalam motor servo terdapat potensiometer internal yang berfungsi mendeteksi posisi poros saat ini dan mengirimkan informasi tersebut ke rangkaian kontrol untuk memastikan poros berhenti tepat pada sudut yang diinginkan, sehingga sangat ideal digunakan pada sistem robotika, kendali kemudi, maupun penggerak mekanik yang membutuhkan akurasi tinggi.
5. Breadboard
Breadboard adalah papan sirkuit tanpa solder yang digunakan sebagai media untuk merakit dan menguji purwarupa rangkaian elektronik secara sementara. Papan ini memiliki lubang- lubang koneksi yang terhubung secara internal (horizontal di bagian tengah dan vertikal di jalur daya samping) sehingga memudahkan pengguna untuk menghubungkan sensor, mikrokontroler, dan komponen lainnya dengan kabel jumper. Penggunaan breadboard sangat efisien dalam tahap pengembangan karena memungkinkan komponen untuk dilepas dan dipasang kembali dengan mudah tanpa merusak jalur sirkuit.
6. Adaptor
Adaptor berfungsi sebagai perangkat catu daya yang mengubah tegangan listrik AC dari sumber utama menjadi tegangan DC yang stabil sesuai dengan kebutuhan level tegangan operasional sistem mikrokontroler.
7. Diagram Blok
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja (kembali)
Prinsip kerja dari rangkaian Jemuran Otomatis pada Percobaan 2 ini didasarkan pada sistem kontrol lingkar terbuka (open loop) yang merespons perubahan intensitas cahaya lingkungan secara proporsional. Berikut adalah urutan kerjanya:
Deteksi Cahaya (Input Analog): Sensor LDR bertindak sebagai pembagi tegangan. Ketika intensitas cahaya berubah (dari terang ke gelap), nilai resistansi LDR berubah, sehingga tegangan analog yang masuk ke pin PA0 ikut berubah. Sinyal analog ini kemudian dikonversi oleh ADC 12-bit menjadi nilai digital antara 0 hingga 4095.
Pemrosesan & Filtering (Data Processing): Mikrokontroler STM32 membaca nilai digital tersebut. Untuk memenuhi kondisi "pergerakan halus", kode menggunakan algoritma Exponential Moving Average:
Sederhananya, nilai baru tidak langsung dipakai 100%, melainkan digabungkan dengan nilai sebelumnya agar transisi angka menjadi sangat mulus dan tidak melonjak tiba-tiba.
Pemetaan Sudut (Mapping): Nilai ADC yang sudah halus dipetakan (mapping) ke dalam nilai pulse width untuk sinyal PWM.
Kondisi Terang: Nilai ADC tinggi menghasilkan sinyal PWM sekitar 2000 $\mu s$ (posisi servo jemuran di luar).
Kondisi Gelap: Nilai ADC rendah menghasilkan sinyal PWM sekitar 1000 $\mu s$ (posisi servo jemuran masuk ke dalam atap).
Aksi Mekanik (Output PWM): Sinyal PWM dikirim melalui pin PA6 ke Motor Servo. Servo akan bergerak secara bertahap mengikuti perubahan nilai ADC. Karena adanya filter pada langkah kedua, pergerakan lengan servo saat menarik jemuran akan terlihat mengalir lancar dan tidak patah-patah, sesuai dengan perubahan cahaya yang dideteksi secara bertahap.
4. Flowchart dan Listing Program (kembali)
Flowchart
Listing Program
Diagram.json:
Main.c:
Main.h:
5. Video Demo (kembali)
6. Kondisi (kembali)
7. Video Simulasi (kembali)
8. Download File (kembali)
Komentar
Posting Komentar