LAPORAN AKHIR MODUL 2 PERCOBAAN 1 : Heart Rate Indikator

 

LAPORAN AKHIR MODUL 2 PERCOBAAN 1




1. Prosedur (kembali)

  • Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
  • Buka software Proteus 8.17
  • Persiapkan alat dan bahan
  • Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
  • Buka software STM32Cube IDE 
  • Setelah membuka software, pilih perangkat STM32F103C8T6 
  • Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus 
  • Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi 
  • Konfigurasi kan program dengan software Proteus
  • Jalankan simulasi rangkaian.  
  • Proses selesai
  • 2. Hardware (kembali)

     

    1. STM32F103C8

    TM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain.

    Microcontroller

    ARM Cortex-M3

    Operating Voltage

    3.3 V

    Input Voltage (recommended)

    5 V

    Input Voltage (limit)

    2 – 3.6 V

    Digital I/O Pins

    32

    PWM Digital I/O Pins

    15

    Analog Input Pins

    10 (dengan resolusi 12-bit ADC)

    DC Current per I/O Pin

    25 mA

    DC Current for 3.3V Pin

    150 mA

    Flash Memory

    64 KB

    SRAM

    20 KB

    EEPROM

    Emulasi dalam Flash

    Clock Speed

    72 MHz

    2. Sensor Heartbeat

    HeartBeat sensor atau sensor detak jantung merupakan perangkat input analog yang berfungsi untuk mendeteksi denyut nadi manusia dengan prinsip fotopletismografi (PPG). Sensor ini biasanya bekerja menggunakan infra merah dan fototransistor untuk mengukur perubahan volume darah di dalam pembuluh darah kecil di ujung jari atau telinga. Sinyal yang dihasilkan bersifat analog, sehingga memerlukan fitur ADC (Analog to Digital Converter) pada mikrokontroler agar data detak jantung dapat diproses dan dikonversi menjadi nilai Beats Per Minute (BPM).

                                                               


                                          

        3. Push Button

    Push button adalah komponen sakelar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian dengan cara menekan tombolnya. Pada penggunaan mikrokontroler, komponen ini berperan sebagai perangkat input digital yang bekerja berdasarkan prinsip logika high atau low, di mana status penekanannya dapat dibaca oleh pin GPIO atau digunakan untuk memicu mekanisme interrupt eksternal. Agar pembacaan sinyal tetap stabil dan terhindar dari kondisi floatingpush button biasanya dikonfigurasi menggunakan resistor pull-up atau pull-down yang memastikan level tegangan input tetap berada pada kondisi logika yang jelas saat tombol tidak sedang ditekan.

     

                                

        4. LED

    LED adalah komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai indikator visual dengan cara memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik searah. Dalam sistem yang menggunakan PWM (Pulse Width Modulation), LED tidak hanya berfungsi sebagai indikator aktif atau tidaknya suatu sistem, tetapi juga dapat diatur tingkat kecerahannya melalui pengaturan duty cycle. LED sangat efektif digunakan sebagai penanda status sensor atau sebagai simulasi output yang merepresentasikan kondisi tertentu dari hasil pemrosesan data.

    LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

     

        5. Buzzer

    Buzzer adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara (bunyi) melalui mekanisme getaran. Komponen ini termasuk dalam kategori output device karena digunakan untuk memberikan respon berupa suara terhadap suatu kondisi atau perintah dalam rangkaian elektronik.

        6. Resistor

    Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.


        7. Breadboard

    Breadboard adalah papan sirkuit tanpa solder yang digunakan sebagai media untuk merakit dan menguji purwarupa rangkaian elektronik secara sementara. Papan ini memiliki lubang- lubang koneksi yang terhubung secara internal (horizontal di bagian tengah dan vertikal di jalur daya samping) sehingga memudahkan pengguna untuk menghubungkan sensor, mikrokontroler, dan komponen lainnya dengan kabel jumper. Penggunaan breadboard sangat efisien dalam tahap pengembangan karena memungkinkan komponen untuk dilepas dan dipasang kembali dengan mudah tanpa merusak jalur sirkuit.

         8. Diagram Blok

     

    3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja (kembali)

     

    Sistem ini beroperasi dengan mengonversi fluktuasi aliran darah yang ditangkap oleh sensor menjadi sinyal analog, yang kemudian diproses oleh mikrokontroler melalui modul ADC. Untuk meningkatkan akurasi, metode moving average diterapkan guna meminimalisir noise sehingga sinyal menjadi lebih stabil saat dianalisis menggunakan ambang batas (threshold) dinamis. Setiap lonjakan sinyal yang melampaui threshold akan dihitung sebagai detak jantung, di mana interval antar detak tersebut dikonversi menjadi nilai BPM (Beats Per Minute) sebagai parameter kendali output. Berdasarkan nilai tersebut, sistem akan memberikan indikasi visual melalui LED RGB dan peringatan audio via buzzer: LED kuning untuk kondisi lambat (30–60 BPM), LED hijau untuk kondisi normal (60–80 BPM), serta LED merah dan buzzer aktif jika detak jantung berada di luar rentang aman. Selain itu, sistem mengintegrasikan push button sebagai interrupt yang memungkinkan pengguna mengendalikan aktifasi buzzer secara manual dan responsif.

    4. Flowchart dan Listing Program (kembali)

    Flowchart

    Listing Program

    /* USER CODE BEGIN Header */

    /**

    ******************************************************************************

    * @file : main.h

    * @brief : Header for main.c file.

    * This file contains the common defines of the application.

    ******************************************************************************

    * @attention

    *

    * Copyright (c) 2026 STMicroelectronics.

    * All rights reserved.

    *

    * This software is licensed under terms that can be found in the LICENSE file

    * in the root directory of this software component.

    * If no LICENSE file comes with this software, it is provided AS-IS.

    *

    ******************************************************************************

    */

    /* USER CODE END Header */


    /* Define to prevent recursive inclusion -------------------------------------*/

    #ifndef __MAIN_H

    #define __MAIN_H


    #ifdef __cplusplus

    extern "C" {

    #endif


    /* Includes ------------------------------------------------------------------*/

    #include "stm32f1xx_hal.h"


    /* Private includes ----------------------------------------------------------*/

    /* USER CODE BEGIN Includes */


    /* USER CODE END Includes */


    /* Exported types ------------------------------------------------------------*/

    /* USER CODE BEGIN ET */


    /* USER CODE END ET */


    /* Exported constants --------------------------------------------------------*/

    /* USER CODE BEGIN EC */


    /* USER CODE END EC */


    /* Exported macro ------------------------------------------------------------*/

    /* USER CODE BEGIN EM */


    /* USER CODE END EM */


    /* Exported functions prototypes ---------------------------------------------*/

    void Error_Handler(void);


    /* USER CODE BEGIN EFP */


    /* USER CODE END EFP */


    /* Private defines -----------------------------------------------------------*/

    #define LED_G_Pin GPIO_PIN_0

    #define LED_G_GPIO_Port GPIOB

    #define LED_B_Pin GPIO_PIN_1

    #define LED_B_GPIO_Port GPIOB

    #define LED_R_Pin GPIO_PIN_10

    #define LED_R_GPIO_Port GPIOB

    #define Buzzer_Pin GPIO_PIN_11

    #define Buzzer_GPIO_Port GPIOB


    /* USER CODE BEGIN Private defines */


    /* USER CODE END Private defines */


    #ifdef __cplusplus

    }

    #endif


    #endif /* __MAIN_H */

    5. Video Demo (kembali)


    6. Kondisi (kembali)

    Percobaan 1 Heart Rate Indikator
    Kondisi 4: Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 namun ganti led nya dengan LED RGB dengan logika dasar yang sama

    7. Video Simulasi (kembali)

    8. Download File (kembali)

    Soal Analisa Laporan Akhir Modul 1 [Disini] 
    Video Percobaan 1 [Disini] 
    Datsheet ST-LINK [Download]
    Datsheet STM32F103C8 (Bluepill) [Download]
    Datsheet STM32 NUCLEO-G474RE [Download]
    Datsheet Buzzer [Download]
    Datsheet LED [Download]
    Datsheet Resistor 220 Ω [Download]
    Datsheet Breadboard [Download]
    Datsheet Adaptor [Download]

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Modul 1 : Gerbang Logika

    Modul 3 : Counter dan Shift Register

    Modul 2 : Flip Flop